KABARBOGOR – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menghadiri CDM Meeting II Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026 sebagai bagian dari pemantapan persiapan penyelenggaraan ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. Kegiatan berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (28/7/2026).
Rapat tersebut menjadi forum koordinasi antara panitia penyelenggara, pemerintah daerah, dan kontingen peserta untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Porprov Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi sebagai tuan rumah utama.
Jenal Mutaqin mengatakan CDM Meeting II bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen seluruh pihak agar penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat berjalan sukses.
“Ini rapat CDM Meeting kedua. Artinya bermusyawarah, berkomitmen untuk persiapan bagaimana nanti setiap tuan rumah memiliki fasilitas, kemudian kesiapan hal-hal sehingga para atlet yang hari ini totalnya kurang lebih 17.000 bisa terselenggara dengan baik,” ujar Jenal Mutaqin.
Ia menjelaskan, Kota Bogor akan menjadi tuan rumah 20 cabang olahraga yang dipertandingkan di tujuh venue.
Menurutnya, penyelenggaraan Porprov tidak hanya berdampak pada prestasi olahraga, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat.
“Tidak hanya UMKM, tapi para pemilik rental mobil, kemudian beberapa fasilitas, beberapa usaha lainnya yang itu sangat terasa dampak positifnya. Termasuk para pemilik hotel dan penginapan yang sudah banyak dibooking oleh masing-masing wilayah,” katanya.
Jenal menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan survei dan inspeksi ke sejumlah venue pertandingan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana memenuhi standar penyelenggaraan.
“Insyaallah Kota Bogor tentu harus siap dan memberikan prasarana yang terbaik. Karena yang kita terima dan dampingi ini adalah para atlet se-Jawa Barat yang nota bene 30 persen penyumbang atlet terbesar secara nasional. Sehingga kita harus komitmen menjaga sama-sama agar Porprov 2026 yang ke-15 kali ini berjalan dengan sukses,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat Heri Antasari mengapresiasi kesiapan Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi sebagai tuan rumah meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.
“Jadi kita harus tetap menjaga sukses penyelenggaraan dan juga sukses prestasi. Karena tahun depan kita sudah BK PON dan 2028 sudah PON,” kata Heri.
Ia menjelaskan, Porprov Jawa Barat 2026 mengusung konsep baru dengan melibatkan lebih banyak daerah sebagai tuan rumah untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga yang telah ada sekaligus menghindari pembangunan infrastruktur baru yang berpotensi tidak dimanfaatkan setelah ajang berakhir.
Menurut Heri, konsep tersebut merupakan arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar penyelenggaraan Porprov berlangsung lebih sederhana, efisien, namun tetap memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Itulah kenapa konsep di Porprov sekarang ini ada 18 kota dan kabupaten yang terlibat. Tiga tuan rumah utama yaitu Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi, serta sejumlah daerah pendamping dan pendukung,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran sekitar 17.000 atlet dan ofisial selama penyelenggaraan Porprov diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi daerah, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM.
“Apa yang dikeluarkan melalui APBD diharapkan akan kembali melalui peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkas Heri.