BOGOR — Legacy Indonesian Coffee di Jalan Cilendek Timur No.10, Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, tidak hanya menjadi rumah produksi kopi. Tempat yang digagas dan dimiliki Yun Suheri ini juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal dan mengembangkan usaha kopi.
Inisiator sekaligus pemilik Legacy Indonesian Coffee, Yun Suheri mengatakan, nama Legacy Indonesian Coffee terinspirasi dari sejarah panjang kopi di Indonesia.
“Kenapa saya dirikan Legacy Indonesian Coffee? Saya berpikir dari sebuah warisan. Bagaimanapun juga, kopi yang beredar di Indonesia ini adalah sebuah peninggalan warisan,” kata Yun Suheri.
Menurut Yun, kopi berasal dari Ethiopia dan kemudian dibawa ke Belanda. Setelah Belanda keluar dari Indonesia, kopi menjadi salah satu warisan yang kemudian berkembang dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Kalau kita lurus sejarahnya, kopi asalnya dari Ethiopia, kemudian dibawa ke Belanda. Setelah Belanda keluar dari Indonesia, salah satu legacy yang ditinggalkan adalah kopi yang tersebar di Indonesia,” ujarnya.
Indonesia kemudian dikenal memiliki berbagai jenis kopi, di antaranya robusta dan arabika. Namun, menurut Yun, masyarakat pada masa lalu lebih banyak diarahkan untuk menanam kopi tanpa mendapatkan pengetahuan yang memadai mengenai proses pengolahannya.
“Kopi yang ada di Indonesia ini yang ditinggalkan itu ada kopi robusta ada juga kopi robusta. Kita hanya disuruh menanam saja, tidak diajarkan bagaimana pengolahannya,” katanya.
Seiring berkembangnya pengetahuan masyarakat, Yun melihat peluang untuk mengangkat kembali budaya minum kopi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi.
“Seiring berjalannya waktu, pengetahuan kita bertambah. Kita coba mengangkat kembali budaya mengopi untuk dijadikan kekuatan kita bahwa Indonesia itu penghasil kopi yang bagus di antara beberapa negara yang ada di dunia,” ujarnya.
Dari Biji Mentah hingga Roasting
Di Legacy Indonesian Coffee, proses produksi dilakukan mulai dari biji kopi mentah hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi.
Proses tersebut mencakup pengolahan biji kopi, pengeringan, penyortiran hingga roasting.
Yun menjelaskan, biji kopi yang telah dipanen dan diproses akan dikeringkan hingga mencapai tingkat kekeringan tertentu. Setelah itu, dilakukan penyortiran untuk memisahkan biji kopi yang baik dan yang tidak baik.
“Sesudah itu, kita naikkan sesuai peruntukannya, dari kopi mentah menjadi kopi matang. Itu namanya roasting,” jelas Yun.
Selain produksi, Legacy Indonesian Coffee juga melayani kebutuhan sejumlah kafe. Produk yang disediakan dapat berupa biji kopi sangrai maupun kopi bubuk sesuai kebutuhan pelanggan.
“Ada beberapa kafe teman yang membutuhkan roasting, kita layani. Kalau mereka butuhnya bubuk, kita jual bubuknya juga,” tuturnya.
Sejak 2018 Buka Edukasi Kopi
Legacy Indonesian Coffee juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang ingin mempelajari kopi dan memulai usaha.
Yun mengatakan, sejak berdiri pada 2018, pihaknya telah memberikan edukasi kepada hampir puluhan usaha kecil. Peserta yang datang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa hingga pekerja.
“Alhamdulillah, dari mulai tahun 2018 sampai sekarang terhitung sudah hampir puluhan usaha kecil yang kita edukasi semenjak Legacy Indonesian Coffee ini berdiri,” ungkapnya.
Menurut Yun, edukasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang masih mencari peluang usaha.
“Setidaknya satu persen kita membantu teman-teman yang kesulitan mau membuat usaha apa,” katanya.
Penikmat Kopi Didorong Jadi Pelaku Usaha
Yun menyebut tujuan utama kegiatan edukasi tersebut adalah mendorong para penikmat kopi agar tidak hanya berhenti sebagai konsumen, tetapi dapat berkembang menjadi pelaku usaha.
“Tujuan utama Legacy itu bagaimana mereka yang datang kemari dari penikmat kopi menjadi pelaku usaha. Kita coba itu,” terangnya.
Peserta dapat belajar mengenai kopi, roasting hingga cara menyeduh.
“Awalnya datang kemari hanya menikmati kopi, belajar kopi, bertanya-tanya tentang kopi, akhirnya kita ajarin roasting, kita ajarin cara menyeduh dan akhirnya dia menjadi pelaku usaha kopi,” lanjut Yun.
Ingin Bantu Petani Kopi
Yun berharap kegiatan edukasi tersebut dapat memberikan dampak lebih luas terhadap ekosistem kopi, khususnya para petani.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam usaha kopi, semakin banyak pula pihak yang dapat terhubung dengan para petani.
“Kenapa itu kita lakukan? Agar supaya misalnya nanti semakin banyak teman-teman terlibat di usaha kopi ini akan membantu banyak petani yang ada di belakang kita,” ungkapnya.
Ia menambahkan, salah satu tujuan Legacy Indonesian Coffee adalah mengangkat pertanian perkopian Indonesia.
“Sebelum ini tupoksi kita adalah mengangkat pertanian perkopian Indonesia,” ujarnya.
Sediakan Kopi Robusta dan Arabika
Legacy Indonesian Coffee menyediakan berbagai jenis kopi, dengan robusta dan arabika sebagai jenis yang paling banyak tersedia.
Untuk kopi robusta, sebagian besar pasokan berasal dari Sumatera, khususnya Bengkulu.
Sementara dari Bogor, tersedia kopi robusta Paseban, robusta Wangun, arabika Paseban dan arabika Wangun.
“Kemudian yang dari Bogor kopi robusta Paseban, robusta Wangun, arabika Paseban, dan arabika Wangun,” kata Yun.
Bagi masyarakat yang ingin belajar kopi, Legacy Indonesian Coffee menyediakan pelatihan dengan biaya Rp350 ribu per orang untuk satu kali pertemuan.
Biaya tersebut sudah mencakup makan, bahan praktik seperti kopi dan susu, serta sertifikat sesuai tahapan pembelajaran, mulai dari tingkat pemula hingga tahapan lainnya.
“Biaya tersebut sudah mencakup makan, bahan praktik seperti kopi dan susu, serta sertifikat sesuai tahapan pembelajaran, mulai dari tingkat pemula hingga tahapan lainnya,” pungkasnya.
Legacy Indonesian Coffee buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB.
