KABARBOGOR – Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2027–2031, Tantan Sulthon Bukhawan, memaparkan lima program unggulan yang diusungnya untuk membawa organisasi menjadi lebih adaptif, profesional, dan berpihak pada kesejahteraan anggota. Gagasan tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan jajaran PWI Kota Bogor di Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo, Kecamatan Tanah Sareal, Senin (3/8/2026).
Mengusung visi “PWI Jabar Istimewa” dengan tagline “Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju dan Sejahtera”, Tantan menilai organisasi profesi wartawan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggotanya.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu juga menjadi ajang diskusi mengenai masa depan organisasi, peningkatan kompetensi wartawan, hingga pentingnya memperkuat pembinaan PWI di tingkat kabupaten dan kota.
Fokus Tingkatkan Kompetensi Wartawan
Tantan menjelaskan, program pertama yang diusungnya adalah mencetak wartawan multimedia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik saat ini tidak lagi cukup hanya menguasai teknik menulis berita, tetapi juga harus memahami pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), produksi video, podcast, media sosial, hingga jurnalisme digital.
“Pertama, mencetak wartawan multimedia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui penguatan kompetensi di bidang kecerdasan buatan (AI), video, podcast, media sosial, dan jurnalisme digital,” ujar Tantan.
Ia menilai transformasi digital menjadi tantangan yang harus direspons organisasi agar wartawan di Jawa Barat mampu bersaing di era media yang terus berkembang.
Siapkan 1.000 Kuota UKW Gratis
Program kedua yang ditawarkan adalah penyediaan 1.000 kuota Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis bagi anggota PWI Jawa Barat.
Selain pelaksanaan UKW, program tersebut juga akan dibarengi dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga anggota memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri media.
Menurut Tantan, peningkatan kompetensi menjadi investasi penting agar wartawan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional dan berkualitas.
Perkuat Perlindungan Profesi Wartawan
Program ketiga berfokus pada perlindungan profesi wartawan.
Tantan berkomitmen mendorong kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota PWI Jawa Barat serta memperluas berbagai program perlindungan profesi sebagai bentuk perhatian organisasi terhadap kesejahteraan anggotanya.
Ia menilai perlindungan sosial menjadi kebutuhan penting mengingat profesi wartawan memiliki risiko tinggi saat menjalankan tugas jurnalistik.
Bangun Kemitraan Strategis
Program keempat adalah memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dunia usaha, hingga komunitas.
“Program keempat adalah membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dunia usaha, serta berbagai komunitas guna memperkuat organisasi sekaligus memperluas peluang pengembangan profesi wartawan,” tutur Tantan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan membuka lebih banyak peluang pengembangan kapasitas anggota sekaligus memperkuat posisi organisasi di tengah perubahan industri media.
Hadirkan PWI Creative Hub
Program kelima adalah membangun PWI Creative Hub, yakni menjadikan kantor PWI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sebagai pusat aktivitas insan pers.
Konsep tersebut diharapkan menjadi ruang pelatihan, kolaborasi, diskusi, sekaligus wadah pengembangan kreativitas wartawan di berbagai daerah.
Tantan berharap keberadaan Creative Hub mampu memperkuat peran organisasi dalam mendukung peningkatan kualitas profesi wartawan.
Tekankan Kebersamaan Jelang Konferprov
Selain memaparkan visi dan program kerja, Tantan juga mengajak seluruh anggota PWI menjaga semangat kebersamaan menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam proses demokrasi tidak boleh mengurangi rasa kekeluargaan di tubuh organisasi.
“Yang paling penting, saya ingin mengingatkan teman-teman semua, baik panitia maupun siapa pun, bahwa kebersamaan dan kekeluargaan kita harus tetap dijaga,” katanya.
Tantan juga mengungkapkan telah memiliki komitmen dengan calon Ketua PWI Jawa Barat lainnya, Hardiyansyah (Andhy), untuk saling mendukung siapa pun yang nantinya terpilih memimpin organisasi.
“Saya sudah punya komitmen dengan Pak Andhy. Kalau saya ditakdirkan menang, Pak Andhy akan mendukung saya. Begitu juga jika Pak Andhy yang ditakdirkan menjadi Ketua PWI, saya akan sepenuh hati mendukung beliau,” tegasnya.
PWI Kota Bogor Sambut Positif
Ketua PWI Kota Bogor Herman Indra Budi mengapresiasi kunjungan Tantan beserta pemaparan program yang dinilainya sejalan dengan sejumlah program yang telah dijalankan PWI Kota Bogor.
Ia menyebut PWI Kota Bogor telah memiliki berbagai program seperti asuransi jiwa bagi anggota dan keluarganya, inisiasi beasiswa S2 di IPB University, hingga kegiatan olahraga rutin Jumat Sehat.
“Terima kasih atas silaturahminya. Ternyata ada beberapa program yang sejalan. Jajaran PWI Kota Bogor hari ini bisa lebih mengetahui program yang diusung salah satu calon Ketua PWI Jawa Barat,” ujar Herman.
Sementara itu, anggota senior PWI Kota Bogor Azwar berharap kepengurusan PWI Jawa Barat ke depan lebih aktif melakukan pembinaan ke daerah.
Menurutnya, pengurus provinsi perlu rutin turun ke kabupaten dan kota agar program organisasi benar-benar dirasakan oleh anggota di wilayah.
“Siapa pun yang jadi ketua, diharapkan bisa melakukan pembinaan agar program yang diusung berjalan di wilayah. Jangan hanya untuk event-event tertentu saja turun ke wilayah, tapi fungsi pembinaan,” katanya.
Dengan Konferprov PWI Jawa Barat yang semakin dekat, penyampaian visi dan program kepada anggota di daerah diharapkan menjadi bagian dari proses demokrasi organisasi yang sehat sekaligus memberikan gambaran mengenai arah pengembangan PWI Jawa Barat pada masa mendatang.
