KABARBOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kota Bogor untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam memberikan data yang valid, akurat, dan lengkap.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi salah satu agenda strategis nasional untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan, pengembangan sektor usaha, hingga perencanaan program ekonomi yang lebih tepat sasaran.
DPRD Dorong Partisipasi Masyarakat
Adityawarman Adil menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu ketika didatangi petugas sensus yang bertugas melakukan pendataan. Ia meminta warga untuk memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya agar hasil sensus dapat mencerminkan kondisi ekonomi yang riil.
Menurutnya, data yang berkualitas akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Ketika petugas sensus datang, mari kita sambut dengan baik, berikan informasi yang benar dan akurat. Masyarakat juga tidak perlu khawatir karena seluruh data yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” ujar Adityawarman Adil, Rabu (5/8/2026).
Kenalkan Slogan TIR
Untuk memudahkan masyarakat memahami pentingnya sensus, Adityawarman mengajak warga menerapkan slogan TIR, yaitu:
- Terima petugas sensus dengan baik.
- Informasikan data yang valid dan akurat.
- Rahasia data dijamin aman dan terlindungi.
Menurutnya, slogan tersebut menjadi pesan sederhana namun penting agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar dan memperoleh dukungan penuh dari masyarakat.
Ia menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan oleh BPS memiliki perlindungan hukum dan tidak akan digunakan untuk kepentingan di luar statistik.
Data Jadi Dasar Kebijakan Ekonomi
Adityawarman menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam menyediakan gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga sektor usaha berskala besar.
Data tersebut akan membantu pemerintah pusat maupun daerah dalam mengidentifikasi potensi ekonomi, tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta peluang pengembangan sektor-sektor unggulan.
Menurutnya, tanpa data yang akurat, kebijakan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran dan kurang efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Data yang akurat akan membantu pemerintah mengambil keputusan yang efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing Kota Bogor,” katanya.
Pelaku Usaha Diminta Berpartisipasi
Selain masyarakat umum, Ketua DPRD Kota Bogor juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang dibutuhkan petugas secara jujur dan lengkap.
Partisipasi pelaku usaha dinilai sangat penting karena sektor ekonomi menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah dan penciptaan lapangan kerja.
Melalui data yang terkumpul, pemerintah dapat merumuskan program yang lebih tepat dalam mendukung pertumbuhan usaha, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Fondasi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Adityawarman berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data berkualitas tinggi yang mampu menjadi fondasi pembangunan ekonomi jangka panjang, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Ia optimistis dengan dukungan seluruh masyarakat, Kota Bogor dapat berkontribusi dalam menghasilkan data ekonomi yang akurat dan bermanfaat bagi perencanaan pembangunan ke depan.
“Dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang berkualitas sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Mari bersama-sama kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi kemajuan Kota Bogor dan Indonesia,” tutupnya.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat basis data ekonomi nasional sekaligus mendukung terciptanya kebijakan pembangunan yang lebih tepat, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
