KABAR BOGOR – Upaya pencarian terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang diduga hanyut di aliran Sungai Cisadane, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, masih terus dilakukan hingga Jumat, 14 Agustus 2026.
Memasuki sekitar 30 jam pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan diduga korban bernama Bayu Zulkarnaen (36). Bayu diketahui merupakan pustakawan PPPK yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pencarian sekaligus memperoleh informasi tambahan mengenai kejadian tersebut.
“Basarnas, BPBD, dan tim SAR gabungan dengan total personel 70 orang sampai detik ini belum ditemukan. Sambil kita cari dan gali beberapa informasi tambahan dari masyarakat, dari saksi yang pertama kali melihat motor tergeletak di ujung jembatan,” kata Jenal Mutaqin di lokasi, Jumat (14/8/2026).
Menurut Jenal, jumlah personel dalam operasi pencarian telah ditambah. Pemerintah Kota Bogor berharap upaya pencarian dapat memberikan hasil secepat mungkin.
Di tengah proses pencarian, tim juga terus mengumpulkan informasi dari masyarakat maupun saksi yang mengetahui kondisi di sekitar lokasi sebelum Bayu diduga hanyut.
Jenal Mutaqin Sambangi Keluarga Diduga Korban
Selain memantau langsung pencarian di Sungai Cisadane, Jenal Mutaqin bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga mendatangi kediaman Bayu Zulkarnaen.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang masih menunggu kepastian mengenai keberadaan Bayu.
Jenal mengatakan, istri dan anak Bayu masih mengalami syok akibat kejadian tersebut. Pemerintah Kota Bogor berupaya memberikan penguatan sekaligus menggali informasi tambahan yang mungkin dapat membantu proses pencarian.
“Saya sambil menyambangi keluarga, memberikan semangat dan menyampaikan rasa prihatin. Kita belum tahu kondisi hari ini yang bersangkutan, sehingga kami butuh informasi tambahan,” tutur Jenal.
Jenal menjelaskan, apabila Bayu belum ditemukan, keluarga dimungkinkan membuat laporan kepada pihak kepolisian dengan status laporan orang hilang. Namun, proses pencarian di lapangan tetap akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Tapi sambil pencarian tetap dijalankan. Kita tetap menjalankan tentu dengan SOP dan prosedur yang nanti kita koordinasikan dengan pihak kepolisian,” ucapnya.
Kondisi tersebut membuat pencarian tidak hanya berfokus pada penyisiran sungai, tetapi juga pada pengumpulan informasi dari masyarakat dan keluarga untuk memperjelas kronologi kejadian.
Tim SAR Gunakan Berbagai Metode, dari Penyelaman hingga Penyisiran Permukaan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan pencarian pada Jumat (14/8/2026) dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB dan akan dilanjutkan pada Sabtu (15/8/2026).
Operasi melibatkan personel gabungan dari Basarnas, Damkar, dan BPBD Kota Bogor. Tim menggunakan sejumlah metode untuk menyisir titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban.
“Tim merupakan personel gabungan dari Basarnas, Damkar, dan BPBD. Beragam metode kita lakukan, mulai dari penyelaman secara bergantian untuk menyisir lokasi-lokasi yang diduga cukup dalam dan memiliki sedongan atau celukan,” kata Dimas.
Penyelaman dilakukan secara bergantian untuk memeriksa bagian sungai yang memiliki kedalaman tertentu serta area dasar sungai yang terdapat sedongan atau celukan.
Selain penyelaman, petugas juga menggunakan teknik blender dengan memanfaatkan perahu karet. Teknik tersebut dilakukan untuk membantu mengurai kotoran yang terdapat di dasar sungai sehingga proses pencarian dapat dilakukan lebih optimal.
Tim juga melakukan penyisiran permukaan air dengan jangkauan hingga puluhan meter dari titik pencarian.
“Penyisiran juga diperpanjang hingga 300 sampai 400 meter dari titik nol. Namun memang hambatannya adalah di dasar sungai yang banyak tumpukan sampah,” jelas Dimas.
Kondisi dasar Sungai Cisadane yang dipenuhi tumpukan sampah menjadi salah satu tantangan bagi petugas. Karena itu, pencarian dilakukan menggunakan sejumlah metode dan tidak hanya mengandalkan satu teknik.
Operasi Pencarian Ditargetkan Berlangsung Tiga hingga Empat Hari
BPBD Kota Bogor memastikan proses pencarian akan terus dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dimas mengatakan operasi pencarian ditargetkan berlangsung selama tiga hingga empat hari. Tim gabungan akan kembali melakukan pencarian pada Sabtu (15/8/2026) setelah operasi pada Jumat dihentikan sementara pada sore hari.
Pemerintah Kota Bogor bersama tim SAR gabungan masih berharap keberadaan Bayu Zulkarnaen dapat segera ditemukan.
Sementara itu, keluarga masih menunggu kabar dari proses pencarian yang dilakukan petugas di sepanjang aliran Sungai Cisadane.
Operasi pencarian akan terus dikoordinasikan dengan unsur terkait, termasuk kepolisian, dengan tetap mengacu pada prosedur penanganan orang yang diduga hanyut dan operasi pencarian serta pertolongan.
Hingga Jumat sore, keberadaan Bayu Zulkarnaen masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Sabtu dengan memperluas penyisiran dan menggunakan metode yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
