JAKARTA, 16 Agustus 2026 — Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (Pertasindo) terus mendorong penguatan ketahanan kesehatan nasional melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan pengetahuan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Mayjen TNI (Purn) Dr. Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Sp.DVE, M.Biomed (AAM), MARS, S.H., M.H., FINSDV, FAADV, yang dalam keterangan profilnya tercantum sebagai Ketua PERDOKMIL.
Menurutnya, ketahanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis ketika masyarakat mengalami sakit, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif, peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, hingga kemampuan seluruh elemen bangsa menghadapi berbagai ancaman kesehatan.
Pertasindo sendiri berkembang dari lingkungan kesehatan militer dan kini memiliki cakupan yang lebih luas dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat sipil maupun institusi terkait. Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara sektor kesehatan, pertahanan, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Salah satu bentuk kolaborasi diwujudkan melalui kegiatan turnamen golf dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar pada 16 Agustus 2026 bersama Hesti Wirasakti Golf Club.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 180 peserta dari berbagai kalangan, termasuk unsur militer, purnawirawan dan masyarakat sipil.
Selain menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat jejaring serta membangun komunikasi antarelemen masyarakat.
Dalam menjalankan misinya, Pertasindo menempatkan solidaritas, pengetahuan dan pertahanan sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan kesehatan nasional.
Peningkatan pengetahuan juga dilakukan melalui berbagai kegiatan seminar, workshop dan pelatihan. Pertasindo bahkan menyiapkan kegiatan bertaraf internasional untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan perkembangan terbaru di bidang kesehatan.
Di era digital, edukasi kesehatan juga dilakukan melalui berbagai platform komunikasi, mulai dari website, media sosial, YouTube hingga kanal televisi. Strategi tersebut dinilai penting untuk menjangkau masyarakat yang semakin bergantung pada informasi digital.
Pertasindo juga membangun kerja sama dengan rumah sakit, penyedia alat kesehatan, tenaga medis dan berbagai organisasi lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang saling mendukung dan tidak berjalan secara sektoral.
Menurut Pertasindo, membangun budaya hidup sehat membutuhkan proses yang konsisten. Masyarakat perlu terus didorong untuk menerapkan pola hidup sehat, berolahraga, melakukan pencegahan penyakit dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan sejak dini.
Ke depan, Pertasindo berencana memperluas jaringan organisasi ke sejumlah wilayah di Indonesia. Pengembangan jaringan tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan budaya ketahanan kesehatan hingga ke tingkat daerah.
Dengan memperkuat kolaborasi antara unsur sipil dan militer serta berbagai pemangku kepentingan kesehatan, Pertasindo menargetkan terbentuknya sistem ketahanan kesehatan nasional yang lebih tangguh, adaptif dan berkelanjutan.
“Ketahanan kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kolaborasi, peningkatan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk membangun Indonesia yang lebih sehat dan siap menghadapi berbagai tantangan,” demikian semangat yang dikedepankan dalam agenda Pertasindo.
