BOGOR, KABARBOGOR.ID – Musyawarah Ranting (Musran) Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Tanah Sareal resmi dibuka pada Rabu (24/6/2026) di Sport Center SMK Permata, Kota Bogor.
Musran sebagai forum tertinggi di tingkat ranting ini menjadi agenda penting untuk mengevaluasi program kerja, menyusun rencana strategis organisasi, serta memilih Ketua Kwarran Tanah Sareal periode 2026–2029.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Tanah Sareal, Kak Rokib, dan dihadiri Wakil Ketua Bina Muda Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bogor Kak Herry, jajaran Mabiran, Majelis Pembimbing Kelurahan (Mabilur), Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), para pembina pramuka, serta perwakilan Dewan Kerja Ranting (DKR) Tanah Sareal.
Dalam sambutannya, Kak Rokib menegaskan bahwa Musran merupakan momentum penting bagi keberlangsungan organisasi Gerakan Pramuka di tingkat kecamatan.
Menurutnya, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, Musran memiliki tiga agenda utama, yakni evaluasi program kerja, pemilihan kepengurusan baru, dan penyusunan program kerja untuk tiga tahun ke depan.
“Agenda pertama adalah evaluasi kegiatan yang telah lalu, kedua memilih estafet kepemimpinan baru untuk tiga tahun ke depan, dan ketiga merencanakan program kerja berikutnya. Kita berharap melalui musyawarah ini lahir para pemimpin yang amanah dan kompetibel,” ujar Kak Rokib.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi peserta yang berasal dari gugus depan SD, MI, SMP, MTs, SMA hingga MA se-Kecamatan Tanah Sareal. Selain itu, sembilan dari sebelas kelurahan di Tanah Sareal turut hadir mengikuti jalannya musyawarah.
Kak Rokib menegaskan pentingnya keberadaan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Wakil Ketua Bina Muda Kwarcab Kota Bogor, Kak Herry, menyoroti pentingnya peran Pramuka dalam membangun mental kompetitif dan kemampuan pengembangan diri generasi muda.
Menurutnya, pembina dan pihak sekolah perlu menciptakan ekosistem yang mampu mendorong peserta didik berani bersaing secara sehat melalui berbagai kegiatan dan kompetisi.
“Tugas orang tua di rumah dan guru serta pembina di sekolah adalah menciptakan ekosistem yang melatih anak-anak untuk berani bersaing secara sehat. Berikan mereka ruang melalui berbagai lomba dan asah bakat non-akademik mereka,” kata Kak Herry.
Ia menambahkan, tantangan pendidikan dan dunia kerja ke depan akan semakin kompetitif sehingga generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar memiliki mental tangguh dan kemampuan yang memadai.
Kak Herry juga mendorong pengurus Kwarran Tanah Sareal periode mendatang untuk mempertahankan berbagai prestasi yang telah diraih sekaligus menghadirkan program-program inovatif yang memiliki indikator kinerja yang terukur.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pembentukan program Kwarran Award sebagai bentuk apresiasi bagi gugus depan yang aktif, berprestasi, dan konsisten menjalankan kegiatan kepramukaan.
Melalui Musran ini, Gerakan Pramuka Tanah Sareal diharapkan mampu menghasilkan keputusan terbaik, menjaga kesinambungan organisasi, serta melahirkan program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman demi mendukung pembentukan karakter generasi muda yang unggul.