KABAR BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggandeng Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) menggelar lokakarya penguatan kesiapsiagaan penyakit zoonotik di Aula Gedung PSC 119 Lantai 2 Dinas Kesehatan Kota Bogor. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan memperkuat sistem deteksi dini, komunikasi risiko, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi wabah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Lokakarya tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan pemerintah daerah sebelum muncul kasus, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi penyebaran penyakit.
Ketua Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (RCCE), Risky Ka Safitri, mengatakan kesiapsiagaan merupakan langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih luas akibat penyakit zoonotik.
“Kesiapsiagaan harus dilakukan sebelum ada kasus. Tujuan utamanya agar masyarakat memahami cara mencegah penularan, mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila muncul gejala, serta mengetahui tempat memperoleh layanan kesehatan maupun vaksin,” ujar Risky Ka Safitri.
Menurut Risky, terdapat sejumlah penyakit yang tergolong zoonotik dan perlu diwaspadai, di antaranya flu burung, rabies, antraks, serta leptospirosis.
Khusus leptospirosis, ia menjelaskan bahwa penyakit tersebut umumnya meningkat pada musim hujan karena dapat ditularkan melalui air yang telah terkontaminasi urin tikus.
Karena sumber penularannya berasal dari hewan yang hidup di sekitar lingkungan masyarakat, edukasi mengenai pencegahan dinilai menjadi langkah yang sangat penting.
Risky menegaskan bahwa pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 menunjukkan pentingnya memiliki sistem kesiapsiagaan yang sudah berjalan sebelum terjadi kondisi darurat kesehatan.
Menurutnya, tanpa perencanaan yang matang, respons terhadap wabah berpotensi terlambat karena berbagai pihak belum memiliki mekanisme kerja yang terkoordinasi.
Dengan adanya sistem yang telah dipersiapkan sejak dini, seluruh unsur terkait dapat bergerak lebih cepat ketika ditemukan kasus di lapangan.
Selain memperkuat koordinasi lintas sektor, Dinkes Kota Bogor bersama Portkesmas juga menyiapkan berbagai media informasi untuk masyarakat.
Sarana tersebut meliputi situs web, microsite, hingga platform cekhoax.id yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memverifikasi informasi kesehatan sekaligus menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks.
Menurut Risky, penyampaian informasi yang benar menjadi bagian penting dalam penanganan wabah agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh isu yang menyesatkan.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui pemantauan pada sektor peternakan.
Risky menjelaskan, peternak diharapkan segera melaporkan apabila terjadi kematian hewan secara mendadak atau dalam jumlah tidak wajar.
Laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan hewan melalui proses monitoring dan investigasi guna mengetahui penyebab kematian serta mencegah kemungkinan penyebaran
Lokakarya ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Bogor dan Portkesmas yang tergabung dalam Kelompok Kerja Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat (RCCE).
Kelompok kerja tersebut telah dibentuk sejak masa pandemi COVID-19 dan menjadi wadah koordinasi berbagai pihak dalam menghadapi ancaman kedaruratan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Kota Bogor berharap kesiapsiagaan terhadap penyakit zoonotik semakin kuat sehingga potensi wabah dapat dicegah sejak dini melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.