KABARBOGOR – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Festival Merah Putih (FMP) 2026 kembali digelar di Kota Bogor. Festival tahunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini akan berlangsung mulai akhir Juli hingga sepanjang Agustus 2026 dengan menghadirkan rangkaian kegiatan kebangsaan, sosial, edukasi, olahraga, seni budaya, hingga pemberdayaan UMKM.
Pembukaan resmi Festival Merah Putih 2026 dijadwalkan berlangsung di Makorem 061/Suryakancana pada Kamis, 31 Juli 2026.
Baca Juga : Ribuan Warga Padati Balai Kota Bogor, Nobar Final Piala Dunia 2026 Berlangsung Meriah
Hal tersebut disampaikan Ketua Festival Merah Putih 2026, Syahril M. Said, dalam konferensi pers yang digelar di Hotel 101 Bogor, Minggu (26/7/2026).
Menurut Syahril, Festival Merah Putih bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga wadah memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat nasionalisme, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas, pelajar, pelaku UMKM, hingga tokoh lintas agama.
“Festival Merah Putih bukan sekadar perayaan rutin tahunan, melainkan wujud nyata kebersamaan seluruh elemen warga Kota Bogor dalam merawat kebhinekaan dan memupuk rasa cinta tanah air. Melalui berbagai agenda sosial, edukasi, dan ekonomi kreatif, kami ingin memastikan kemeriahan kemerdekaan ini dirasakan langsung kebermanfaatannya oleh masyarakat luas,” ujar Syahril M. Said.
Rangkaian kegiatan diawali dengan gerakan Memerahputihkan Bogor melalui pemasangan umbul-umbul merah putih di sepanjang jalan protokol Kota Bogor mulai 28 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Tradisi penaikan dan penurunan bendera Merah Putih di Tugu Kujang juga kembali digelar setiap hari selama 1–31 Agustus dengan melibatkan pelajar, anggota Pramuka, dan Paskibra.
Salah satu agenda utama adalah Kirab Merah Putih pada 9 Agustus 2026. Kirab pembentangan bendera merah putih raksasa tersebut akan mengambil rute dari Jalan Otto Iskandardinata (Otista) menuju Pusdiksi dan diikuti lebih dari 40 kontingen.
Pada puncak peringatan HUT RI, 17 Agustus 2026, panitia juga menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Tugu Kujang yang dihadiri tokoh agama serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.
Festival tahun ini juga diisi berbagai aksi sosial, seperti Donor Darah di Sekolah Kesatuan Bogor pada 1 Agustus, Bakti Sosial ke Panti Jompo dan Panti Asuhan Abas Tonjong pada 5 Agustus, program Wakaf Tanaman Alpukat untuk konservasi lingkungan, hingga Sertifikasi Tanah Wakaf bekerja sama dengan ATR/BPN Kota Bogor.
Di bidang pendidikan, FMP 2026 menghadirkan program Generasi Emas Merah Putih sepanjang 29 Juli–31 Agustus. Sebanyak 1.000 siswa SD akan mengikuti Wisata Kebangsaan ke Museum Kepresidenan Balai Kirti pada 18–21 Agustus, sementara 1.000 siswa SMP mengikuti Wisata Perjuangan di Museum PETA pada 24–28 Agustus.
Bagi kalangan pelajar, panitia juga menggelar LKBB Merah Putih Championship tingkat SD hingga SMA sederajat di SVI IPB pada 29 Agustus 2026.
Di sektor olahraga, Padel Merah Putih Championship memperebutkan Piala Sekjen Kementerian Pertahanan RI akan berlangsung pada 15 Agustus 2026.
Sementara itu, pecinta kuliner dapat menikmati Festival Kopi Legendaris di Lapangan Sempur pada 21–23 Agustus 2026 dengan menghadirkan 44 booth UMKM kuliner dan enam kedai kopi legendaris.
Festival juga menghadirkan Fashion Show Kids Lawang Salapan pada 28 Agustus 2026 sebagai ruang kreativitas bagi anak-anak, termasuk peserta dari panti asuhan.
Seluruh rangkaian Festival Merah Putih 2026 akan ditutup melalui Closing Ceremony yang digelar pada Minggu, 30 Agustus 2026, di Lanud Atang Sendjaja.
Syahril mengajak seluruh masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya untuk ikut berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memperkuat semangat persatuan dan cinta Tanah Air.
“Kami mengundang seluruh warga Kota Bogor dan sekitarnya untuk hadir meramaikan acara penutupan di Lanud Atang Sendjaja. Mari kita satukan langkah dan gelorakan semangat kebangsaan ini bersama-sama sebagai bentuk rasa syukur dan cinta kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Syahril M. Said.