BOGOR – Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati ruas jalan utama Kota Bogor untuk mengikuti dan menyaksikan Kirab Merah Putih dalam rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026. Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah pengibaran dan arak-arakan bendera Merah Putih sepanjang 500 meter yang dibawa secara gotong royong oleh masyarakat.
Kirab Merah Putih menjadi salah satu agenda paling dinanti dalam Festival Merah Putih 2026 yang tahun ini kembali digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, organisasi kepemudaan hingga unsur pemerintah.
Baca juga: Festival Merah Putih 2026 Resmi Digelar, Bogor Siapkan 17 Rangkaian Kegiatan Kebangsaan
Rute kirab dimulai dari kawasan Tugu Kujang, Jalan Otto Iskandardinata (Otista), kemudian melintasi Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Jenderal Sudirman, dan berakhir di kawasan Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Bogor.
Sepanjang perjalanan, ribuan warga tampak antusias mengikuti jalannya kirab sambil mengibarkan bendera Merah Putih dan menyuarakan semangat kebangsaan.
Dedie Rachim: Festival Merah Putih Jadi Perekat Warga Bogor
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa Festival Merah Putih telah menjadi tradisi tahunan yang tumbuh dan berkembang di Kota Bogor. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan yang ke-11 sejak pertama kali digagas oleh para tokoh masyarakat Kota Bogor.
Menurut Dedie, Festival Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial peringatan kemerdekaan, melainkan momentum untuk memperkuat rasa nasionalisme dan cinta tanah air di tengah masyarakat.
“Tradisi ini sudah dibangun dari Bogor dan sudah berlangsung yang ke-11 kali. Ini meneguhkan komitmen kita semua, warga Kota Bogor, untuk selalu membangkitkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan terus membangun kecintaan terhadap Tanah Air dan bangsa,” ujar Dedie A. Rachim.
Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Festival Merah Putih dirancang untuk melibatkan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Setiap harinya, selama pelaksanaan festival, dilakukan pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.
“Dari segala macam kelompok, yang muda dan dewasa. Insya Allah menjadi satu perekat bagi warga Kota Bogor untuk terus sayang dan cinta kepada Tanah Air dan bangsa,” katanya.
Warisan Nilai Kebangsaan untuk Generasi Muda
Dedie menegaskan bahwa semangat Festival Merah Putih harus terus diwariskan kepada generasi muda Kota Bogor.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan warisan berharga dari para inohong dan tokoh masyarakat yang memiliki visi jauh ke depan dalam menjaga semangat persatuan dan nasionalisme.
Di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, generasi muda perlu terus diberikan ruang untuk memahami nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia.
“Kita juga harus menyiapkan generasi penerus. Kita harus wariskan nilai-nilai kebangsaan ini, nilai baik ini kepada para generasi muda Kota Bogor,” ujar Dedie.
Ia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat dalam Kirab Merah Putih menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Kota Bogor.
Peserta yang terlibat berasal dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari siswa sekolah dasar, SMP, SMA, mahasiswa perguruan tinggi hingga masyarakat umum.
Libatkan 60 Elemen Masyarakat
Sementara itu, Ketua Festival Merah Putih 2026, Syahril M. Said, menjelaskan bahwa tahun ini Festival Merah Putih menghadirkan total 17 rangkaian kegiatan yang tersebar sepanjang bulan Agustus.
Dari seluruh agenda tersebut, Kirab Merah Putih menjadi salah satu kegiatan yang paling banyak menarik perhatian masyarakat.
Menurut Syahril, kirab menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer dengan melibatkan sekitar 60 elemen masyarakat Kota Bogor.
Dalam pelaksanaannya, terdapat lima rangkaian bendera Merah Putih berukuran besar yang dibawa secara estafet oleh peserta kirab.
“Satu bendera itu dipegang oleh 250 orang. Jadi ada lima bendera berarti 1.250 orang. Belum lagi dengan drumband dan elemen masyarakat yang ikut serta,” jelas Syahril.
Selain bendera raksasa, kirab juga dimeriahkan oleh enam kelompok drum band yang mengiringi perjalanan peserta sepanjang rute yang telah ditentukan.
Suasana semakin meriah ketika masyarakat yang berada di sepanjang jalan turut memberikan dukungan dan mengabadikan momen kirab menggunakan telepon genggam mereka.
Festival Kopi Legendaris Jadi Puncak Acara Berikutnya
Syahril menambahkan bahwa Kirab Merah Putih menjadi salah satu agenda puncak dalam Festival Merah Putih 2026.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah kegiatan besar lainnya yang akan digelar hingga akhir Agustus mendatang.
Salah satu agenda yang diprediksi akan menarik perhatian masyarakat adalah Festival Kopi Legendaris yang akan berlangsung di kawasan Sempur pada 21 hingga 23 Agustus 2026.
Festival tersebut akan menghadirkan pelaku usaha kopi, UMKM lokal, komunitas, hingga berbagai kegiatan hiburan dan edukasi yang bertujuan memperkuat ekonomi kreatif Kota Bogor.
Melalui rangkaian Festival Merah Putih 2026, Pemerintah Kota Bogor bersama panitia berharap semangat persatuan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap Indonesia dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang.
