KOTA BOGOR — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor menggelar sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Aula Gedung PGRI Kota Bogor, Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini diikuti 70 peserta yang terdiri atas kepala sekolah di Kota Bogor dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan kepala sekolah dan guru dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, terutama dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan satuan pendidikan.
Denny Mulyadi mengatakan, kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi. Sekolah harus mampu mengenali potensi bahaya, memahami langkah perlindungan bagi warga sekolah, serta menyiapkan prosedur kedaruratan.
Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat anak-anak belajar, tetapi juga lingkungan untuk tumbuh dan membangun harapan. Karena itu, keselamatan seluruh warga sekolah menjadi tanggung jawab bersama.
“Sinergi antarlembaga menjadi kekuatan penting untuk membangun budaya sadar bencana di sekolah. Saya mengapresiasi PGRI Kota Bogor, BPBD Kota Bogor, para fasilitator, dan panitia atas kolaborasi yang baik dalam menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Denny.
Kepala Sekolah Diminta Susun Rencana Tindak Lanjut
Denny berpesan agar peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta berlatih untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi keadaan darurat.
Ia juga meminta agar hasil diskusi mengenai tiga pilar SPAB dituangkan dalam rencana implementasi atau rencana tindak lanjut yang jelas dan dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
“Jadikan kegiatan ini langkah awal memperkuat kesiapsiagaan bersama. Kepala sekolah dan guru berperan menyebarkan pengetahuan, membangun kebiasaan aman, dan memastikan seluruh warga sekolah tahu cara menghadapi ancaman bencana. Wujudkan pengetahuan hari ini dalam langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Denny, pemahaman mengenai pengurangan risiko bencana diperlukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Bagian dari Rangkaian HUT ke-81 PGRI
Ketua PGRI Kota Bogor, Ade Sutisna, menjelaskan bahwa sekolah yang mengikuti sosialisasi dipilih berdasarkan tingkat kerawanan bencana di lingkungan sekolah dan wilayah sekitarnya.
“Sosialisasi ini merupakan kegiatan pembuka dari 10 rangkaian kegiatan HUT ke-81 PGRI dan HGN Tahun 2026 tingkat Kota Bogor,” ungkap Ade.
Pelaksanaan sosialisasi SPAB ini merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana serta Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 6 Tahun 2023.
Melalui kegiatan ini, PGRI Kota Bogor berharap kepala sekolah dan guru dapat memperkuat budaya sadar bencana, meningkatkan perlindungan bagi peserta didik, serta menerapkan langkah kesiapsiagaan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
