KOTA BOGOR — Sebanyak 260 anggota Gerakan Pramuka Kota Bogor mengikuti kegiatan Jambore On The Air dan Jambore On The Internet (JOTA-JOTI) 2026 untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan pemanfaatan teknologi informasi. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor, Denny Mulyadi, di Sekretariat Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Bogor, Jumat (16/10/2026).
Pembukaan kegiatan ditandai dengan upacara serta penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor dan ORARI Lokal Kota Bogor.
Denny Mulyadi mengatakan, JOTA-JOTI menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk belajar berkomunikasi melalui radio dan internet, bertukar pengalaman, serta mengenal keberagaman budaya dari berbagai daerah hingga negara.
“Melalui JOTA-JOTI, radio dan internet menjadi jembatan untuk menjalin persahabatan, bertukar pengalaman, serta mengenal budaya lintas wilayah dan negara. Pramuka Kota Bogor harus adaptif, terampil memanfaatkan teknologi informasi, serta mampu menjalin persahabatan di tingkat lokal, nasional, dan internasional,” ujar Denny.
Pramuka Diajak Bijak Menggunakan Teknologi
Denny menegaskan bahwa perkembangan teknologi komunikasi harus diimbangi dengan sikap bijak dan tanggung jawab. Anggota Pramuka diharapkan mampu menjaga etika komunikasi, menghormati perbedaan, melindungi informasi pribadi, serta memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme 260 peserta dan dukungan ORARI Lokal Kota Bogor yang membimbing anggota Pramuka mengenal komunikasi radio.
Menurut Denny, kolaborasi tersebut memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi generasi muda, khususnya dalam mengembangkan keterampilan komunikasi dan pemanfaatan teknologi informasi.
Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat, disiplin, dan gembira, sekaligus menjaga nama baik Gerakan Pramuka Kota Bogor.
Peserta Belajar Kode Morse hingga Komunikasi Satelit
Ketua ORARI Lokal Kota Bogor, Dadang Iskandar, dengan callsign amatir radio YB1NCR, menjelaskan bahwa kegiatan JOTA-JOTI tahun ini dipusatkan di Sekretariat ORARI hingga Sabtu.
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan lima materi dasar mengenai dunia amatir radio dan teknologi komunikasi yang tidak diperoleh secara khusus di bangku sekolah formal.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan amatir radio, tata cara komunikasi, permainan edukatif Amateur Radio Direction Finder (ARDF) atau pencarian sinyal, komunikasi satelit, serta pengenalan kode Morse.
“Di sini kita berikan mereka materi tentang pengenalan amatir radio, tata cara komunikasi, hingga kegiatan edukatif berbentuk gim seperti Amateur Radio Direction Finder (ARDF) atau pencarian sinyal. Selain itu, ada juga materi komunikasi satelit dan pengenalan kode morse yang sejalan dengan tradisi Pramuka, seperti kode semaphore,” jelas Dadang.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan keberanian dan minat anggota Pramuka untuk mencoba sekaligus memahami dunia komunikasi radio.
Kolaborasi Didorong Berlanjut ke Kegiatan Sosial
Dadang berharap kerja sama antara Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor dan ORARI tidak berhenti pada kegiatan tahunan JOTA-JOTI, tetapi berlanjut ke kegiatan sosial kemasyarakatan dan penanggulangan bencana.
“Kami ingin memperkenalkan dunia amatir radio secara nyata. Sesuai arahan Pak Sekda, mereka diajak untuk berani mencoba. Jika ada yang tertarik mendalami dunia komunikasi darat maupun udara, mereka sangat terbuka untuk bergabung. Kolaborasi Kwarcab dan ORARI akan terus dipadukan, baik untuk kegiatan penanggulangan bencana maupun aksi sosial kemasyarakatan lainnya,” pungkasnya.
Melalui JOTA-JOTI 2026, anggota Pramuka Kota Bogor diharapkan semakin terampil menggunakan teknologi komunikasi serta memiliki karakter santun, kreatif, dan bertanggung jawab saat berinteraksi di ruang digital.
