BOGOR, KABARBOGOR.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor serta Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat meninjau lokasi pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Sabtu (13/6/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan teknis, terutama pada titik-titik yang nantinya akan terhubung dengan kawasan Leuweung Batutulis yang saat ini juga tengah dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Dedie Rachim mengatakan, pemerintah sedang melakukan evaluasi terhadap beberapa langkah teknis agar pembangunan trase baru dan pengembangan kawasan Batutulis dapat terintegrasi secara optimal.
Salah satu upaya yang dipertimbangkan adalah pembebasan beberapa lahan milik warga di bagian ujung trase baru demi menciptakan akses jalan yang lebih aman dan proporsional.
“Sehingga nanti kalau ada pembongkaran, warga tetap aman. Makanya saya usulkan untuk sekalian saja dibebaskan agar nanti ujung jalan trase baru ini lebarnya kurang lebih sama dengan yang di depan, jangan mengecil ke belakang,” ujar Dedie Rachim.
Menurutnya, pelebaran akses tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mengantisipasi potensi persoalan di masa mendatang.
Untuk itu, ia meminta jajaran wilayah dan perangkat teknis kembali melakukan penghitungan serta menyusun usulan terkait kebutuhan lahan yang diperlukan.
“Saya minta Pak Camat, Pak Lurah, dan teman-teman PUPR kembali menghitung kemudian mengusulkan,” katanya.
Selain faktor keselamatan, Dedie Rachim juga menyoroti pentingnya aspek estetika kawasan agar pembangunan trase baru dan Leuweung Batutulis dapat saling melengkapi dan menghadirkan wajah baru kawasan Batutulis yang lebih tertata.
Menurutnya, sinergi antara proyek Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor harus dirancang secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru setelah pembangunan selesai.
Di sisi lain, progres pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita disebut berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.
“Pengerjaan sudah lebih cepat 4 persen dari target. Alhamdulillah, ini juga patut disyukuri, mungkin karena curah hujan agak berkurang. Biasanya curah hujan tinggi, tetapi sekarang kelihatannya kondisi cuaca cukup kondusif. Ke depan mudah-mudahan juga tetap kondusif,” ungkapnya.
Ke depan, kawasan Batutulis diproyeksikan menjadi salah satu destinasi strategis baru di Kota Bogor yang mengintegrasikan unsur sejarah, ruang terbuka hijau, transportasi, dan ruang publik.
Hal tersebut sejalan dengan konsep yang sebelumnya disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menjadikan Batutulis sebagai kawasan terpadu yang terhubung dengan Museum Pajajaran.
“Ada museum, ada leuweung, ada trase baru, ada taman, dan lain sebagainya, termasuk ada Stasiun Batutulis. Ini menjadi lokasi yang strategis dan indah,” tutup Dedie Rachim.
Pengembangan kawasan Batutulis diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas dan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menjadi daya tarik baru yang mendukung sektor pariwisata, sejarah, dan ruang publik di Kota Bogor.