KABARBOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melantik sekaligus melakukan rotasi dan alih tugas terhadap 15 pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Pelantikan berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat (17/7/2026).
Rotasi tersebut merupakan bagian dari penyegaran birokrasi atau tour of duty untuk menempatkan aparatur sipil negara sesuai kompetensi, pengalaman, serta kebutuhan organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga : Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
Dedie Rachim mengatakan, harapan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah terus meningkat. Karena itu, rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi pemerintahan.
“Keinginan masyarakat itu datangnya bertubi-tubi. Jadi saya akan terus melaksanakan proses rotasi, mutasi, maupun promosi dalam waktu dekat dengan penuh harapan agar apa yang diharapkan masyarakat terwujud,” ujar Dedie Rachim.
Ia menegaskan, penempatan pejabat bukan didasarkan atas usulan atau kepentingan tertentu, melainkan kemampuan, integritas, serta kesesuaian dengan kebutuhan organisasi.
Menurutnya, pejabat yang baru dilantik harus mampu memberikan perspektif baru dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Kota Bogor.
Selain meminta peningkatan kualitas pelayanan publik, Dedie juga mengingatkan para pejabat untuk mengawal sejumlah program strategis pemerintah daerah maupun nasional.
Beberapa program prioritas yang menjadi perhatian di antaranya bidang kesehatan, kesejahteraan masyarakat, lingkungan hidup, pendidikan, penataan aset daerah, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dedie secara khusus menyoroti percepatan pembangunan dua proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dinilai menjadi salah satu program strategis Kota Bogor.
Menurutnya, proyek tersebut harus dikawal secara serius karena melibatkan pemerintah pusat, Danantara, PLN, serta mitra pelaksana.
“Dengan total kurang lebih 2.500 ton sampah per hari yang harus diserap, tata kelola dan manajemennya harus benar-benar baik,” katanya.
Selain PSEL, ia juga meminta seluruh perangkat daerah mengawal percepatan pembangunan SMAN 11, Ring Road R2, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kota, penataan pedagang kaki lima (PKL), validasi data masyarakat miskin, serta penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.
Dedie berharap rotasi jabatan ini mampu menghadirkan semangat baru di lingkungan birokrasi Pemkot Bogor sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin efektif dan berbagai program prioritas dapat berjalan sesuai target.
“Mudah-mudahan di penempatan yang baru, para pejabat bisa melihat persoalan dengan lebih jernih dan menghadirkan solusi yang lebih baik bagi masyarakat,” tutupnya.