KABARBOGOR.ID – Bahasa Indonesia terus menemukan ruang di panggung internasional. Tidak hanya dipelajari oleh warga dari berbagai negara, bahasa Indonesia juga menjadi medium untuk mengenal Indonesia, memahami budayanya, sekaligus membangun persahabatan antarbangsa.
Semangat tersebut terlihat dalam Puncak Apresiasi Handai Indonesia Tahun 2026 yang mempertemukan para penutur asing bahasa Indonesia dari berbagai negara serta peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi bahasa Indonesia di tingkat global sekaligus memperluas diplomasi Indonesia melalui jalur bahasa dan pendidikan.
Bahasa Indonesia sebagai Instrumen Diplomasi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan penguatan bahasa Indonesia di kancah internasional merupakan bagian dari upaya menjadikan bahasa sebagai salah satu instrumen diplomasi.
Menurutnya, perjalanan bahasa Indonesia menuju ruang internasional tidak terlepas dari kerja bersama berbagai pihak. Festival Handai Indonesia juga menjadi ruang bagi para penutur asing untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam menggunakan bahasa Indonesia.
“Festival Handai Indonesia adalah ajang tingkat internasional bagi para Handai Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam berbahasa Indonesia. Festival ini merupakan bentuk apresiasi yang bersifat kompetitif sehingga para Handai Indonesia, baik yang berdomisili di Indonesia maupun di luar Indonesia, memiliki wadah dan kesempatan untuk menunjukkan hasil belajar bahasa Indonesia dengan penuh kepercayaan diri dan kebanggaan, seberapa pun level kemahirannya,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, keberadaan para Handai Indonesia atau penutur asing bahasa Indonesia memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan masyarakat dunia.
“Dengan menggunakan medium bahasa apa pun, khususnya bahasa Indonesia, kita semua warga dunia dapat menjalin persahabatan dan merayakan keberagaman. Kita dapat membangun saling pengertian, menguatkan kerja sama, dan pada akhirnya menciptakan perdamaian dunia dan kemakmuran bersama. Inilah pesan yang ingin kita sampaikan melalui bahasa Indonesia. Inilah kontribusi Indonesia bagi dunia,” jelasnya.
Bahasa sebagai Diplomasi yang Dekat dengan Masyarakat
Abdul Mu’ti menilai penguatan bahasa Indonesia di tingkat global juga berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan memiliki daya saing global.
Lebih dari sekadar kemampuan berkomunikasi, penguasaan bahasa Indonesia oleh warga dunia dinilai dapat membuka jalan untuk mengenal nilai-nilai keindonesiaan secara lebih dekat.
“Diplomasi bukan hanya soal dokumen dan perjanjian, melainkan juga soal penghargaan budaya dan komunikasi. Bahasa adalah alat diplomasi yang paling lembut, namun paling kuat,” ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada para Handai Indonesia agar terus menjaga jejaring dan persahabatan, menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan, serta mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di negara maupun lembaga masing-masing.
Para penutur asing juga diharapkan dapat menjadi penghubung dua arah yang memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus membawa kekayaan dan keindahan negara mereka ke Indonesia.
“Kalian adalah teladan bahwa bahasa Indonesia dapat dipelajari, dicintai, dan digunakan oleh siapa pun dari mana pun,” tutup Abdul Mu’ti.
Menlu: Belajar Bahasa Indonesia Berarti Memahami Indonesia
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pembelajaran bahasa Indonesia tidak berhenti pada kemampuan berkomunikasi.
Menurutnya, bahasa juga menjadi pintu untuk memahami masyarakat, budaya, cara berpikir, hingga kehidupan Indonesia secara lebih dekat.
Semakin banyak warga negara asing yang mampu menggunakan bahasa Indonesia, kata Sugiono, semakin besar pula peluang untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan masyarakat dunia.
“Belajar bahasa Indonesia berarti juga belajar untuk memahami budaya, cara berpikir, dan cara hidup masyarakat Indonesia. Bahasa dapat memperkuat hubungan antarnegara melalui komunikasi langsung antarmasyarakat. Inilah tujuan utama diplomasi bahasa,” ujar Sugiono.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para finalis Festival Handai Indonesia serta para diplomat negara sahabat yang ikut menjadi bagian dari upaya memperkuat dan memperkenalkan bahasa Indonesia di tingkat internasional.
Minat Bahasa Indonesia Terus Meluas
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menjelaskan, Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat merupakan bagian dari program penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan.
Menurut Hafidz, jumlah negara asal peserta Festival Handai Indonesia 2026 yang mencapai puluhan negara menunjukkan bahwa minat terhadap bahasa Indonesia semakin luas.
“Pemberian penghargaan kepada peserta terbaik Festival Handai Indonesia 2026 dan penutupan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat merupakan praktik diplomasi bahasa dan penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan yang efektif,” jelas Hafidz.
Ia mengatakan Festival Handai Indonesia menjadi ruang apresiasi bagi warga negara asing yang tidak hanya mampu berbahasa Indonesia, tetapi juga memiliki ketertarikan terhadap peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia.
Diplomat Laos: Bahasa Membuka Pintu Memahami Indonesia
Pengalaman belajar bahasa Indonesia juga dirasakan langsung Duta Besar Laos untuk Indonesia, Khamfeuang Phanthaxay, yang menjadi salah satu peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat.
Menurutnya, kemampuan menggunakan bahasa Indonesia membantunya berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memahami budaya Indonesia.
“Bagi kami, mempelajari Bahasa Indonesia bukan hanya tentang menambah kemampuan berbahasa, tetapi juga tentang membuka pintu untuk memahami masyarakat, budaya, dan cara pandang Indonesia dengan lebih dekat,” jelasnya.
Menurut Khamfeuang, kemampuan bahasa menjadi salah satu unsur penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara masyarakat dari berbagai negara.
Ciro dari Italia Jadi Pemenang Kategori Pidato
Semangat belajar bahasa Indonesia juga terlihat dari para peserta Festival Handai Indonesia 2026.
Ciro dari Italia berhasil menjadi pemenang pertama kategori pidato. Ia mengaku senang dapat mengikuti festival dan menggunakan bahasa Indonesia untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara.
Ketertarikannya terhadap bahasa Indonesia tumbuh dari kekagumannya terhadap budaya dan masyarakat Indonesia.
“Saya mempelajari bahasa Indonesia karena suka dengan budayanya. Menurut saya, bahasa Indonesia memiliki kosa kata sangat luas dan spesifik,” jelas Ciro.
Festival tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam suasana kompetitif sekaligus memperluas jaringan persahabatan dengan penutur dari negara lain.
542 Peserta dari 79 Negara
Festival Handai Indonesia 2026 menghadirkan lima kategori lomba, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi.
Sebanyak 542 peserta dari 79 negara mendaftarkan diri dalam festival tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 25 peserta dari 21 negara berhasil melaju sebagai finalis dan mengikuti babak final di Jakarta.
Jumlah peserta dan negara yang terlibat menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia telah menjangkau masyarakat dari berbagai belahan dunia.
Melalui Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat, bahasa Indonesia tidak hanya ditempatkan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai negara.
Bahasa Indonesia sekaligus menjadi bagian dari diplomasi budaya dan pendidikan yang dapat membangun saling pengertian, memperkuat kerja sama, serta merawat persahabatan Indonesia dengan masyarakat dunia.
