KABARBOGOR – Minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner untuk berjualan di Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, terus meningkat. Tingginya antusiasme membuat jumlah permintaan kios dan los melebihi kapasitas yang tersedia.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, meninjau langsung aktivitas perdagangan sekaligus berbelanja di Pasar Jambu Dua, Senin (29/6/2026).
Saat ini, Pasar Jambu Dua telah dilengkapi berbagai fasilitas modern. Lantai dasar digunakan sebagai area pedagang basah, sementara lantai atas difungsikan sebagai sentra kuliner yang dihuni para pelaku UMKM dengan beragam pilihan makanan dan minuman.
Dari total 811 pelaku UMKM yang mengajukan permohonan, sementara kios dan los yang tersedia hanya sekitar 600 unit. Kondisi tersebut membuat masih ada pedagang yang harus menunggu giliran untuk dapat membuka usahanya di sentra kuliner tersebut.
“Iya, ternyata demand-nya lebih banyak ketimbang supply-nya. Artinya memang masyarakat ingin berusaha dengan harga kios yang terjangkau. Dan Pasar Jambu Dua mampu menghadirkan lokasi usaha yang affordable, yang harganya sangat terjangkau,” ujar Dedie Rachim.
Baca Juga : Pemkot Bogor Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Pemberdayaan UMKM
Dedie meminta PT Bogor Artha Makmur (BAM) sebagai mitra Perumda Pasar Pakuan Jaya agar tetap menjaga keterjangkauan biaya sewa kios. Menurutnya, apabila di kemudian hari diperlukan penyesuaian harga, hal tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap setelah kondisi usaha para pedagang semakin stabil.
Ia menilai keberadaan Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat posisi Kota Bogor sebagai destinasi gastronomi.
“Dan ini juga menjadi bagian dari meneguhkan komitmen Kota Bogor sebagai kota gastronomi,” ungkapnya.
Dedie turut mengajak seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bogor untuk ikut mempromosikan sekaligus berbelanja di sentra kuliner maupun pasar basah Pasar Jambu Dua sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM lokal.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bogor Artha Makmur (BAM), MH Ages, mengatakan pihaknya memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku UMKM yang ingin membuka usaha di Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua. Selama tiga bulan pertama, biaya sewa kios hanya dikenakan sebesar Rp1 juta.
Setelah masa uji coba tersebut berakhir, pelaku usaha yang membutuhkan tambahan kios akan difasilitasi sesuai dengan ketersediaan tempat.
Baca Juga : Kuliner Kota Bogor Terus Berkembang, Jadi Magnet Wisatawan dan Investasi
Selain memberikan kemudahan biaya sewa, PT BAM juga aktif membantu promosi para pelaku UMKM melalui media sosial dan kolaborasi dengan influencer.
“Untuk promosi kami pakai influencer bernama Amanda, itu luar biasa. Tentunya ada bantuan dari rekan-rekan media juga yang sangat membantu kami meramaikan Pasar Jambu Dua. Yang mengisi hampir 90 persen merupakan UMKM. Mereka mengetahui informasi ini dari media massa dan media sosial. Bahkan ada yang datang dari Jakarta, Jawa Tengah, dan beberapa daerah sekitar Bogor,” jelas Ages.
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, pengelola juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung seperti photo booth yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menambahkan bahwa sejak dua tahun lalu Pasar Jambu Dua memang dirancang sebagai pasar rakyat modern yang bersih, nyaman, dan memiliki biaya sewa yang terjangkau bagi para pelaku usaha.
“Kami menerapkan semua arahan pimpinan. Rekan-rekan pimpinan perangkat daerah juga mendukung dengan berwisata kuliner di sini,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat semakin gemar berbelanja di pasar tradisional modern sekaligus menikmati beragam kuliner yang ditawarkan para pelaku UMKM di Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua.