KABARBOGOR.ID – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim membuka Festival Kopi Legendaris yang digelar di Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (21/8/2026).
Festival Kopi Legendaris tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Merah Putih (FMP) Kota Bogor. Selain menghadirkan beragam produk kopi dan kuliner khas Bogor, kegiatan ini juga mengangkat sejarah panjang Kota Bogor yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan kopi di Indonesia.
Festival tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan kembali produk-produk lokal, khususnya kopi, makanan, minuman, hingga kerajinan yang memiliki keterkaitan dengan identitas dan sejarah Kota Bogor.
Kopi Bogor dan Jejak Sejarah Indonesia
Dedie A. Rachim mengatakan Festival Kopi Legendaris merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar sepanjang Agustus sekaligus bagian dari semangat Festival Merah Putih.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan dan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga membawa pesan nasionalisme serta kebanggaan terhadap identitas lokal.
“Jadi ada nilai nasionalisme yang kita bangun tetapi juga ada kebanggaan lokal,” ujar Dedie Rachim kepada wartawan.
Ia menjelaskan, Bogor memiliki kaitan historis dengan perkembangan kopi di Indonesia. Salah satunya karena wilayah Bogor pernah menjadi tempat aklimatisasi bibit kopi yang dibawa dan dikembangkan di Indonesia pada masa lalu.
Selain itu, Dedie menyebut klub kopi pertama di Indonesia yang dikenal pada masa Hindia Belanda juga didirikan di Bogor.
“Jadi ada nilai sejarah, nilai history, di samping tentu kita bangga kopi menjadi produk andalan Indonesia dan Bogor punya kaitan sejarah perkopian Indonesia,” ucapnya.
Menurut Dedie, jejak sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting mengapa Festival Kopi Legendaris perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan yang memperkenalkan identitas Kota Bogor kepada masyarakat.
Ada Kopi Legendaris Sejak 1925
Sejarah kopi di Bogor juga terlihat dari keberadaan salah satu produk kopi tertua yang telah diproduksi sejak 1925.
Dedie mengatakan, pada tahun tersebut telah berdiri pabrik kopi yang dikenal dengan nama Mba Sipit di kawasan Empang, Kota Bogor.
“Pada tahun 1925 sudah ada pabrik kopi pertama namanya Mba Sipit, tempatnya di daerah Empang,” jelasnya.
Keberadaan produk-produk legendaris tersebut menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kota Bogor yang terus diwariskan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
54 Stan Ramaikan Festival
Ketua Festival Merah Putih, Syahril M. Said, mengatakan penyelenggaraan Festival Kopi Legendaris tahun ini menghadirkan lebih banyak tenant dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Syahril, terdapat tujuh tenant yang secara khusus menghadirkan produk kopi legendaris. Sementara tenant lainnya terdiri dari pelaku usaha makanan, minuman, dan kerajinan.
“Tahun ini jumlah tenant yang masuk untuk kopi legendaris ada tujuh. Yang lain kuliner, jadi antara makanan dan minuman ada 34, serta tujuh lagi adalah kerajinan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, tahun ini terdapat 54 stan yang ikut meramaikan Festival Kopi Legendaris.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang hanya menghadirkan sekitar 30 stan.
“Tahun ini, total terdapat 54 stan yang meramaikan festival. Jadi tahun ini lebih lengkap,” jelasnya.
Hadirkan Produk Kuliner Bogor Tempo Dulu
Syahril mengatakan, salah satu hal baru dalam Festival Kopi Legendaris tahun ini adalah kehadiran stan kerajinan.
Selain itu, pilihan makanan dan minuman legendaris khas Bogor juga dibuat lebih beragam. Produk yang ditampilkan dipilih berdasarkan karakter dan sejarahnya sebagai produk yang telah dikenal masyarakat Bogor sejak lama.
Sebelumnya, lebih dari 200 produk telah masuk untuk mengikuti festival. Setelah melalui proses seleksi, akhirnya dipilih lebih dari 50 produk untuk ditampilkan.
“Semua khas Bogor. Makanya kami memilih yang jadul. Jadul artinya produk dari Bogor yang dari dulu sudah ada, termasuk jajanan pasar. Hari ini kami tampilkan dalam festival ini,” jelas Syahril.
Kehadiran produk-produk tersebut tidak hanya menjadi daya tarik bagi pengunjung, tetapi juga menjadi upaya untuk memperkenalkan kembali kuliner tradisional dan produk legendaris Bogor kepada masyarakat.
Festival Berlangsung Tiga Hari
Festival Kopi Legendaris akan berlangsung selama tiga hari di kawasan Sempur.
Pada hari pertama, Jumat (21/8/2026), festival dibuka mulai pukul 13.00 hingga 20.00 WIB.
Sementara pada hari kedua dan ketiga, festival akan dibuka lebih pagi, yakni mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.
“Untuk besok dan lusa festival dibuka mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB,” pungkas Syahril.
Melalui Festival Kopi Legendaris, rangkaian Festival Merah Putih Kota Bogor tidak hanya menjadi ruang perayaan semangat kemerdekaan, tetapi juga menghadirkan kembali cerita tentang sejarah kopi, kuliner, dan produk lokal yang menjadi bagian dari identitas Kota Bogor.
