KABARBOGOR.ID — Persoalan hukum dapat muncul dalam kehidupan siapa saja. Sengketa tanah, perselisihan keluarga, masalah pekerjaan, konflik antarwarga, persoalan administrasi, hingga persoalan yang berkaitan dengan hak masyarakat dapat membuat warga kebingungan menentukan langkah yang harus ditempuh.
Tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan hukum yang memadai. Sebagian warga bahkan tidak mengetahui harus mencari informasi atau bantuan kepada siapa ketika menghadapi persoalan hukum.
Dalam kondisi tersebut, Paralegal memiliki peran penting sebagai salah satu bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap bantuan hukum.
Namun, Paralegal bukan Advokat. Keduanya memiliki kedudukan, fungsi, dan kewenangan yang berbeda.
Lantas, apa sebenarnya Paralegal, apa tugasnya, dan sampai sejauh mana Paralegal dapat membantu masyarakat?
Apa Itu Paralegal?
Ketentuan mengenai Paralegal dalam pemberian bantuan hukum saat ini diatur dalam Peraturan Menteri Hukum Nomor 34 Tahun 2025 tentang Paralegal dalam Pemberian Bantuan Hukum.
Dalam regulasi tersebut, Paralegal merupakan orang yang memberikan bantuan hukum berdasarkan penugasan dari Pemberi Bantuan Hukum.
Ketentuan tersebut penting karena menegaskan bahwa Paralegal bekerja dalam kerangka pemberian bantuan hukum dan bukan sebagai pengganti Advokat.
Baca Juga: Apa Itu Paralegal? Mengenal Peran dan Kedudukannya dalam Bantuan Hukum
Mengapa Paralegal Dibutuhkan Masyarakat?
Akses terhadap hukum bukan hanya persoalan ada atau tidaknya peraturan.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat sering kali tidak mengetahui prosedur yang harus ditempuh, dokumen yang perlu disiapkan, lembaga yang harus dihubungi, maupun hak yang dimiliki.
Seorang warga yang menghadapi sengketa tanah, misalnya, mungkin memiliki berbagai dokumen tetapi tidak mengetahui bagaimana mengorganisasikannya. Warga lain yang menerima surat somasi mungkin tidak memahami maksud surat tersebut ataupun langkah yang sebaiknya dilakukan.
Di sinilah Paralegal dapat mengambil peran.
Paralegal dapat membantu masyarakat memahami persoalan awal, mengumpulkan informasi, menyusun kronologi, mengelola dokumen, memberikan informasi hukum dasar, serta mengarahkan masyarakat kepada pihak yang tepat apabila dibutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dengan demikian, Paralegal dapat menjadi salah satu jembatan antara masyarakat dan sistem bantuan hukum.
Tugas dan Fungsi Paralegal
Peran Paralegal dapat dimulai sejak masyarakat pertama kali menyampaikan pengaduan.
Menerima Pengaduan
Paralegal dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan.
Pada tahap ini, Paralegal perlu mendengarkan keterangan masyarakat, mencatat informasi penting, memahami kronologi awal, serta mengidentifikasi kebutuhan yang disampaikan.
Sikap objektif diperlukan agar Paralegal tidak langsung mengambil kesimpulan mengenai siapa yang benar atau salah.
Mengidentifikasi Masalah
Setelah pengaduan diterima, persoalan perlu dipetakan.
Masalah dapat berkaitan dengan pertanahan, keluarga, ketenagakerjaan, perjanjian, administrasi pemerintahan, perlindungan konsumen, konflik antarwarga, maupun persoalan hukum lainnya.
Identifikasi awal membantu menentukan bentuk bantuan yang diperlukan dan apakah persoalan tersebut berada dalam ruang lingkup tugas Paralegal.
Membantu Menyusun Kronologi
Kronologi menjadi salah satu bahan penting dalam memahami persoalan.
Paralegal dapat membantu masyarakat menyusun rangkaian kejadian secara sistematis berdasarkan waktu, tempat, pihak yang terlibat, tindakan yang terjadi, serta dokumen yang tersedia.
Keterangan faktual perlu dibedakan dari dugaan maupun opini agar informasi yang diteruskan kepada Pemberi Bantuan Hukum tetap jelas.
Membantu Mengelola Dokumen
Persoalan hukum sering kali berkaitan dengan berbagai dokumen.
Paralegal dapat membantu masyarakat mengidentifikasi dan mengelompokkan dokumen yang berkaitan dengan persoalan, seperti surat perjanjian, bukti pembayaran, dokumen pertanahan, surat keputusan, surat panggilan, maupun dokumen lainnya.
Pengelolaan dokumen harus dilakukan secara tertib dengan tetap menjaga keamanan dan kerahasiaan informasi.
Memberikan Informasi Hukum
Paralegal dapat membantu masyarakat memahami informasi hukum dasar sesuai kompetensi dan penugasannya.
Tujuannya agar masyarakat mengetahui hak, kewajiban, prosedur, serta pilihan langkah yang tersedia.
Peran tersebut berbeda dengan mengambil keputusan hukum atas nama masyarakat.
Melakukan Pendampingan
Pendampingan merupakan salah satu bagian penting dari pekerjaan Paralegal.
Sesuai penugasan dan kompetensi, Paralegal dapat membantu masyarakat dalam proses komunikasi, persiapan dokumen, maupun penyelesaian masalah secara nonlitigasi.
Jika persoalan membutuhkan tindakan hukum yang berada di luar kompetensi Paralegal, kasus perlu dikoordinasikan dengan Pemberi Bantuan Hukum dan/atau Advokat.
Membantu Penyelesaian Nonlitigasi
Tidak semua persoalan harus berakhir di pengadilan.
Dalam kondisi tertentu, penyelesaian dapat ditempuh melalui musyawarah, negosiasi, mediasi, atau mekanisme penyelesaian nonlitigasi lainnya sesuai ketentuan.
Paralegal dapat membantu proses tersebut dalam batas penugasan dan kompetensinya.
Melakukan Rujukan
Tidak semua persoalan dapat ditangani oleh Paralegal.
Ketika suatu perkara membutuhkan Advokat, lembaga bantuan hukum, instansi pemerintah, atau lembaga lain yang memiliki kewenangan tertentu, Paralegal dapat membantu mengarahkan masyarakat kepada pihak yang tepat.
Kemampuan melakukan rujukan merupakan bagian penting dari profesionalisme Paralegal.
Paralegal Bukan Advokat
Masyarakat perlu memahami perbedaan antara Paralegal dan Advokat.
Paralegal bukan Advokat dan tidak boleh mengaku sebagai Advokat.
Paralegal memberikan bantuan hukum berdasarkan penugasan dari Pemberi Bantuan Hukum. Sementara Advokat merupakan profesi hukum yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab profesional berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Karena itu, Paralegal harus memahami batas tugas dan kewenangannya.
Prinsip sederhananya:
Paralegal membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap bantuan hukum, bukan menggantikan peran Advokat.
Baca Juga: Paralegal Bukan Advokat: Apa Perbedaan Peran dan Kewenangannya?
Bagaimana Alur Kerja Paralegal?
Dalam praktik pelayanan masyarakat, alur kerja Paralegal dapat digambarkan secara sederhana:
PENGADUAN
↓
WAWANCARA
↓
KRONOLOGI
↓
DOKUMEN & INFORMASI
↓
IDENTIFIKASI MASALAH
↓
ASESMEN
↓
PENDAMPINGAN / PENYELESAIAN NONLITIGASI
↓
RUJUKAN / ESKALASI
↓
MONITORING
↓
LAPORAN
Alur tersebut membantu memastikan setiap pengaduan ditangani secara tertib, terukur, dan terdokumentasi.
Kompetensi yang Dibutuhkan Paralegal
Menjadi Paralegal tidak cukup hanya memahami istilah hukum.
Paralegal juga membutuhkan kemampuan praktis, antara lain:
- komunikasi dengan masyarakat;
- wawancara;
- penyusunan kronologi;
- identifikasi persoalan;
- pengelolaan dokumen;
- informasi hukum dasar;
- pendampingan;
- penyelesaian nonlitigasi;
- dokumentasi; dan
- kemampuan melakukan rujukan.
Peningkatan kapasitas menjadi bagian penting untuk memastikan Paralegal mampu menjalankan tugas secara profesional.
Etika dalam Pendampingan Masyarakat
Paralegal bekerja dengan informasi yang sering kali bersifat pribadi dan sensitif.
Karena itu, etika menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaannya.
Paralegal harus menjaga kerahasiaan informasi, menghindari konflik kepentingan, menjaga dokumen masyarakat, tidak menjanjikan kemenangan, tidak memberikan informasi yang menyesatkan, serta tidak menyalahgunakan posisi.
Profesionalisme Paralegal bukan hanya soal memahami hukum, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat.
Paralegal dan Akses Keadilan di Bogor
Peran Paralegal juga relevan dengan kebutuhan layanan hukum di tingkat lokal.
Di Kota Bogor, Pemerintah Kota Bogor menyebut Pos Bantuan Hukum atau Posbakum telah dibentuk di 68 kelurahan sebagai bagian dari upaya mendekatkan layanan hukum kepada masyarakat.
Kehadiran layanan di tingkat kelurahan menunjukkan bahwa akses terhadap informasi dan bantuan hukum dapat didekatkan kepada warga.
Bagi masyarakat, layanan tersebut dapat menjadi pintu awal untuk memahami persoalan, memperoleh informasi, dan mengetahui ke mana harus mencari bantuan lebih lanjut.
Paralegal sebagai Jembatan Akses Keadilan
Pada akhirnya, Paralegal bukan hanya tentang menangani perkara.
Perannya lebih luas, yaitu membantu masyarakat memahami persoalan hukum dan menemukan akses terhadap bantuan yang tepat.
Paralegal dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan Pemberi Bantuan Hukum, Advokat, maupun lembaga terkait.
Namun, jembatan tersebut harus dibangun dengan kompetensi, etika, tanggung jawab, serta batas kewenangan yang jelas.
Masyarakat yang menghadapi persoalan hukum tidak harus menghadapinya sendirian. Mencatat kronologi, mengumpulkan dokumen yang relevan, dan mencari bantuan dari pihak yang kompeten dapat menjadi langkah awal yang penting.
Sebab, akses terhadap keadilan bukan hanya tentang adanya hukum, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk memahami dan mengaksesnya.
